Kalau Aku Bisa Bicara Dengan Diriku yang Dulu
Kalau Aku Bisa Bicara Dengan Diriku yang Dulu
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Namaku Hafika murid kelas 7 Sekolah Menengah Pertama Islam Al - Azhar 55 Jatimakmur
Hai kamu, versi kecilku lima tahun yang lalu. Aku tahu kamu belum terlalu paham dengan dunia. Tapi siapa sangka, hidupmu berbalik 180° bedanya. Perjalanan kita dipenuhi kejadian tak terduga, tak pernah disangka akan melanda hidup kita. Namun itu yang merubah kamu hingga menjadi aku yang sekarang.
Dulu mungkin kamu masih takut untuk mencoba hal - hal yang baru. Sebenarnya sekarang masih, cuman sedikit lebih berani dibanding kamu yang masih kecil. Sekarang lihat, kita sudah melangkah sejauh ini. Luka - luka yang dulu dianggap menyakitkan, justru menjadi proses pembentukan diri kita yang lebih baik.
https://www.jigsawexplorer.com/puzzles/subjects/big-shoe-little-shoe-500x229.jpgLima tahun yang lalu, kira - kira kamu masih duduk di bangku kelas dua. Sekolah masih tentang bermain dan mengenal angka - angka sederhana, semua orang dianggap teman oleh dirimu yang masih tidak mengerti banyak hal. Percayalah, dunia sekolahku sekarang jauh berbeda dengan yang kau jalani saat itu. Sudah mulai tumbuh rasa angkuh dalam diri masing - masing. Tidak semua orang mau menjadi temanku layaknya anak kelas dua, yang cukup berkata "Mau jadi temanku?", lalu sukses mendapat satu teman baru.
Dari segi pertemanan sudah cukup beda. Tidak semudah yang kita pikirkan lima tahun lalu. Sekarang kita bandingkan dari segi akademik. Sudah jelas, semua orang akan lebih memilih materi sekolah anak kelas dua dibanding materi anak SMP. Anak sekecil itu tidak mungkin diberikan materi yang melampaui kemampuannya. Mana mungkin seorang anak kelas dua diberi materi aljabar? Pusing pastinya.
Tapi yang pasti, kamu akan belajar bahwa semua takkan berjalan sesuai apa yang kau mau. Yang penting sekarang hanya perlu berusaha untuk mencoba, siapa tahu sesuatu yang baik akan terjadi jika dicoba. Nasihat ini bukan hanya untukmu, tapi juga untukku, dan semua yang membaca.
Aku bangga karena adanya diriku yang dulu. Karena dia yang membangun kemampuan yang membantuku meraih prestasi. Tanpa perjalanan penuh luka dan perjuangan itu, mungkin aku belum sampai ke tahap ini. Terima kasih sudah mencoba, terima kasih sudah berusaha, terima kasih sudah bertahan walau kadang ingin menyerah, terima kasih sudah melangkah sejauh ini tanpa benar - benar berhenti, terima kasih sudah kecewa tapi tetap percaya bahwa semua akan baik - baik saja.
Jika boleh aku memelukmu, aku akan berkata bahwa semua usahamu tidak ada yang sia - sia. Semua hal kecil yang pernah dulu kulakukan menjadi perubahan besar yang mengubah total diriku. Rasa takut yang dulu menahanmu kini menjadi teman terbaik kita untuk berkembang, rasa malas yang dulu menghantuimu sekarang menjadi motivasi terbaik kita untuk berubah, setiap rasa ragu yang dulu. Tak cukup satu artikel ini untukku mengungkapkan rasa terima kasihku kepada diriku yang telah melalui begitu banyak hal hingga bisa sampai di titik ini.
Aku tak tahu pasti apa yang akan terjadi lima sampai sepuluh tahun ke depan. Yang aku tau pasti kita akan terus bertumbuh, berkembang menjadi lebih baik dari versi kita sebelumnya. Kita akan menjadi versi yang lebih sabar, lebih baik, lebih berani dan bijaksana. Jadi teruslah berjalan, sekecil apa pun langkahmu. Aku akan tetap percaya bahwa kamu, kita akan membuat bangga orang sekitar. Jangan pernah menyerah, jangan berhenti mengasah bakat dan minat kita selama hal itu masih baik.
Terima kasih sudah membaca dari awal sampai akhir. Semoga blog - ku yang berjudul " Kalau Aku Bisa Bicara Dengan Diriku yang Dulu " ini bisa menjadi ilmu dan motivasi bagi para pembaca.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pesan moral tentang semangat, rasa syukur, dan keberanian untuk terus berusaha tersampaikan dengan jelas. Tulisan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman lain untuk lebih menghargai proses hidup. good job ka
ReplyDelete